Skill Yang Dibutuhkan Untuk Menjadi Front End Developer

Skill Yang Dibutuhkan Untuk Menjadi Front End Developer
https://cdn.pixabay.com/photo/2016/08/29/08/55/work-1627703_960_720.jpg

Skill Yang Dibutuhkan Untuk Menjadi Seorang Front End Developer – Berminat ingin menjadi seorang front end web developer khususnya bidang web, kamu wajib memiliki beberapa skill dasar yang tentunya dapat menunjang karir kamu sebagai front-end web developer nantinya.

Pekerjaan front-end web developer adalah membangun website dari sisi tampilan menggunakan HTML, CSS, dan JavaScript. Seorang front-end developer juga dituntut dapat mengembangkan sebuah tampilan website dari sebuah design.

Bagi sebagian orang, menguasai bahasa pemrograman HTML, CSS, dan JavaScript saja sudah cukup untuk membuat mereka yakin untuk memulai menjadi seorang front-end developer. Tetapi akan lebih baik jika kamu dapat menggambarkan segala sesuatu secara spesifik. Sebuah gambaran umum tentang skill apa saja yang kamu butuhkan untuk menjadi seorang front-end developer tentu akan sangat membantu.

Melihat dari kualifikasi yang dibutuhkan banyak perusahaan dalam iklan lowongan kerjanya, ada beberapa skill umum yang disebutkan, diantaranya HTML, CSS, dan JavaScript. Tetapi, bagaimana dengan hal-hal lain yang belum banyak diketahui, seperti version control, platform, atau framework?

Nah dalam artikel ini akan dibahas Skill Yang Kamu Butuhkan Untuk Menjadi Front-end Web Developer .

 

1. HTML dan CSS

Dua hal tersebut (HTML dan CSS) akan selalu ada dalam kualifikasi pekerjaan sebagai front-end web developer.

HTML (Hypertext Markup Language ) adalah bahasa markup standar yang digunakan untuk membuat sebuah halaman web. HTML adalah hal yang paling dasar yang kamu butuhkan untuk mengembangkan sebuah website.

Cascading Style Sheets (CSS) adalah bahasa pemograman yang digunakan untuk mempercantik tampilan web yang sudah dibuat dengan html. HTML berfungsi membangun fondasi dari sebuah website, sedangkan CSS digunakan untuk mengatur tampilan atau layout website, warna, font, dan lain – lain.

Kedua bahasa pemograman ini adalah skill dasar yang sangat penting untuk dikuasai bagi seorang front-end developer.

 

Baca Juga : Tutorial HTML Untuk Pemula

2. JavaScript

Kemudian skill yang kamu harus kuasai adalah JavaScript. JavaScript digunakan untuk membuat website semakin interaktif.

Jika kamu hanya ingin membangun website yang sederhana, maka HTML dan CSS mungkin sudah cukup. Tetapi jika kamu membutuhkan fitur interaktif seperti audio, video, game, atau animasi, maka kamu membutuhkan JavaScript untuk melakukannya.

 

3. Framework CSS dan JavaScript

Framework dari bahasa CSS dan JavaScript adalah kumpulan atau koleksi dari file CSS maupun JavaScript yang membantu untuk melakukan tugas tertentu melalui pembagian common functionality.

Setiap framework mempunyai kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Sangat penting untuk memilih framework yang tepat sesuai dengan kebutuhan. Beberapa framework CSS dan JavaScript cukup baik untuk membuat tampilan yang kompleks, sedangkan framework lainnya lebih cocok digunakan untuk membuat tampilan web yang minimalis.

Kamu juga dapat menggunakan beberapa framework secara bersamaan. Misalnya yang umum dilakukan oleh developer yaitu menggabungkan Bootstrap dengan AngularJS. Content website akan diatur oleh Angular, sedangkan tampilan oleh Bootstrap.

 

4. Preprocessor CSS

Satu skill lagi yang berhubungan dengan CSS.

Meskipun menguasai CSS adalah skill yang sangat dasar, namun terkadang banyak batasan di dalamnya. Beberapa batasan tersebut adalah CSS tidak dapat mendefinisikan variabel, fungsi, atau melakukan operasi aritmatika.

Hal di atas dapat menjadi masalah saat skala project semakin berkembang. Kamu akan merasa menghabiskan banyak waktu untuk menulis berbaris-baris kode yang sebenarnya bisa dikerjakan secara lebih singkat. Sama seperti framework CSS dan JavaScript, Preprocessor CSS adalah sebuah tool yang akan membuat hidupmu sebagai developer lebih mudah dan fleksibel. Beberapa contoh Preprocessor CSS adalah Sass, LESS, atau Stylus.

 

5. Version Control/Git

VCS (Version Control System) atau version control adalah sebuah system yang dapat mencatat setiap perubahan – perubahan yang terjadi pada sebuah file maupun kumpulan – kumpulan file. Dengan demikian kamu dapat membuat history atau mencatat setiap perubahan yang terjadi.

Apabila kamu seorang programer yang sehari-hari berkutat dengan kode program dan sewaktu – waktu terjadi error pada program, kamu tidak mau untuk mengulanginya dari awal bukan?. Dengan menggunakan VCS kamu dapat membuat beberapa versi dari sebuah file, jadi jika sewaktu-waktu terjadi error maka kamu tinggal kembali ke versi sebelumnya tanpa harus mengulanginya dari awal.

 

6. Responsive Design

Apakah kamu masih ingat masa di mana membuka website hanya dapat dilakukan melalui PC? Kebanyakan orang mungkin sudah lupa hal tersebut karena pada saat ini sangat banyak media untuk membuka website. Dari PC dalam berbagai ukuran, handphone, dan tablet.

Mengapa bisa demikian? Itulah fungsi dari responsive design. Dengan memahami responsive design kamu dapat membuat tampilan website agar menyesuaikan dengan ukuran layar dimana website tampil. Kamu dapat membuatnya dengan CSS native (menggunakan @media screen) maupun menggunakan framework css yang tentunya sudah mendukung responsive design, salah satunya adalah Bootstrap.

 

Baca Juga : Apa Itu UI UX Desain

 

7. Testing/Debugging

Dari website sederhana sampai website yang kompleks, selalu tidak lepas dari yang namanya bug. Agar website bisa berjalan dengan baik, maka kamu selalu harus menghilangkan bug yang ada. Jadi, kemampuan untuk menemukan bug dan melakukan perbaikan adalah hal yang wajib dikuasai oleh seorang programer.

Ada beberapa metode untuk melakukan testing web development, yaitu functional testing dan unit testing.

Functional testing melihat fungsionalitas bagian-bagian tertentu, apakah bagian tersebut sudah melakukan apa yang diperintahkan dengan benar. Contohya adalah form. Unit testing adalah cara untuk menguji unit paling kecil dalam sebuah kode, yaitu unit-unit yang hanya berfungsi untuk satu operasi saja.

Testing adalah bagian yang sangat penting dari proses front-end development. Untungnya ada program yang bisa membantu mempercepat dan menyederhanakan proses testing, antara lain Mocha dan Jasmine.

 

8. Browser Developer Tools

Sama halnya dengan testing dan debugging di atas, semua web browser modern dilengkapi dengan developer tools. Tool ini membantu kamu untuk melakukan test dan merapikan website secara sepesifik di dalam browser.

Hal di atas akan berbeda dari browser satu dengan browser lainnya, tetapi umumnya terdiri dari inspector dan console JavaScript. Inspector dapat kamu gunakan untuk melihat bagaimana HTML dan CSS terhubung dengan komponen-komponen di dalam browser. Kamu juga bisa mengedit HTML dan CSS secara langsung di browser tersebut.

Sedangkan, console JavaScript memungkinkan kamu untuk melihat error yang terjadi ketika browser menjalankan kode JavaScript.

 

SOFT SKILL

Di luar hard skill yang disebutkan di atas, kamu juga tidak boleh melupakan soft skill seperti komunikasi dan kemampuan bekerja di dalam tim. Soft skill ini sangat diperlukan baik di bidang industri teknologi, maupun di semua bidang lainnya.

 

Referensi :

8 Skill Yang Kamu Butuhkan Untuk Menjadi Front-end Web Developer

10 Skill yang Kamu Perlukan untuk Menjadi Front-End Developer

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *